INFO DARI SAYA
← Back to Home

bisnis

Industri Sulphuric Acid Diprediksi Tetap Tumbuh Stabil Hingga 2030

Written by Fadhillah

Published on 2026-05-20

Updated on 2026-05-20

4 min read

Industri Sulphuric Acid Diprediksi Tetap Tumbuh Stabil Hingga 2030

Industri Sulphuric Acid Diprediksi Tetap Tumbuh Stabil Hingga 2030

Pasar sulphuric acid global diperkirakan akan terus mengalami pertumbuhan stabil hingga tahun 2030. Sebagai salah satu commodity chemicals paling penting di dunia, sulphuric acid masih menjadi bahan utama dalam berbagai sektor industri seperti pupuk fosfat, pertambangan, refinery, pengolahan logam, hingga manufaktur kimia.

Walaupun tergolong sebagai pasar yang sudah matang, kebutuhan sulphuric acid tetap tinggi karena berkaitan langsung dengan ketahanan pangan, industrialisasi, serta perkembangan industri energi modern.

Permintaan pasar diperkirakan terus meningkat seiring bertambahnya kebutuhan pupuk global dan ekspansi industri logam untuk kebutuhan kendaraan listrik serta infrastruktur energi.

Industri Pupuk Tetap Menjadi Fondasi Utama Pasar

Hingga saat ini, industri pupuk fosfat masih menjadi konsumen terbesar sulphuric acid di dunia.

Sulphuric acid digunakan dalam proses produksi phosphoric acid yang menjadi bahan dasar pupuk seperti DAP dan MAP. Karena kebutuhan pangan dunia terus meningkat, sektor pertanian diprediksi akan tetap menjadi penopang utama permintaan sulphuric acid dalam jangka panjang.

Negara-negara berkembang di Asia Selatan, Afrika, dan Amerika Latin diperkirakan menjadi wilayah dengan pertumbuhan konsumsi pupuk terbesar dalam beberapa tahun mendatang.

Hal ini membuat pasar sulphuric acid memiliki demand yang relatif konsisten dan tidak mudah tergantikan.

Industri Pertambangan Menjadi Pendorong Pertumbuhan Baru

Selain pupuk, sektor pertambangan kini menjadi salah satu sumber pertumbuhan paling penting bagi sulphuric acid.

Kebutuhan terhadap logam seperti:

  • nikel,
  • tembaga,
  • lithium,
  • dan kobalt,

terus meningkat akibat perkembangan industri kendaraan listrik dan baterai.

Dalam proses hydrometallurgy dan metal leaching, sulphuric acid digunakan untuk membantu ekstraksi logam dari bijih mineral.

Indonesia menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan konsumsi sulphuric acid yang cukup signifikan karena berkembangnya proyek nickel HPAL untuk industri baterai global.

Di sisi lain, negara seperti Chile dan Peru juga tetap menjadi pusat konsumsi sulphuric acid untuk industri pertambangan tembaga.

Asia Pasifik Masih Menjadi Pusat Permintaan Dunia

Asia Pasifik diperkirakan akan tetap menjadi pasar terbesar sulphuric acid hingga 2030.

China masih mendominasi konsumsi global karena besarnya industri:

  • pupuk,
  • kimia,
  • pengolahan logam,
  • refining,
  • dan manufaktur.

India serta Asia Tenggara juga menunjukkan pertumbuhan permintaan yang cukup kuat seiring industrialisasi dan pertumbuhan sektor agrikultur.

Sementara itu, Jepang dan Korea Selatan menjadi pasar penting untuk high-purity sulphuric acid yang digunakan dalam industri elektronik dan semikonduktor.

Dengan skala industri yang besar, Asia Pasifik diprediksi tetap menjadi pusat utama perkembangan pasar sulphuric acid dunia.

Supply Chain Global Masih Sensitif

Walaupun kapasitas produksi sulphuric acid global tergolong besar, pasar tetap cukup sensitif terhadap gangguan supply chain.

Sebagian besar produksi sulphuric acid berasal dari:

  • refinery sulphur recovery,
  • copper smelter,
  • dan fasilitas industri terintegrasi.

Akibatnya, gangguan pada sektor energi, logistik, atau industri logam dapat langsung memengaruhi pasokan sulphuric acid regional.

Beberapa faktor yang berpotensi memengaruhi pasar antara lain:

  • kenaikan harga sulphur,
  • pembatasan ekspor,
  • gangguan pengiriman,
  • konflik geopolitik,
  • dan penurunan operasional smelter.

Karena itu, banyak perusahaan mulai meningkatkan strategi pengamanan pasokan melalui kontrak jangka panjang dan diversifikasi supplier.

Harga Sulphuric Acid Diperkirakan Tetap Fluktuatif

Harga sulphuric acid diprediksi masih akan mengalami volatilitas hingga beberapa tahun ke depan.

Selain dipengaruhi harga sulphur sebagai feedstock utama, pasar juga sangat sensitif terhadap:

  • permintaan industri pertambangan,
  • musim pupuk,
  • kondisi freight global,
  • dan kebijakan perdagangan internasional.

Karena hanya sebagian kecil produksi global yang masuk ke pasar merchant internasional, perubahan kecil dalam supply-demand dapat langsung memicu kenaikan harga regional.

Meski begitu, kebutuhan industri yang terus tumbuh membuat prospek pasar sulphuric acid secara umum tetap positif.

Prospek Industri Sulphuric Acid Hingga 2030

Secara keseluruhan, industri sulphuric acid diperkirakan tetap menjadi salah satu sektor paling strategis dalam industri kimia global hingga tahun 2030.

Pasar ini memiliki hubungan erat dengan:

  • pertanian,
  • pertambangan,
  • energi,
  • manufaktur,
  • dan industrialisasi global.

Meskipun pertumbuhan pasar cenderung stabil dibanding eksplosif, sulphuric acid diperkirakan tetap menjadi bahan kimia penting yang sulit tergantikan dalam berbagai proses industri.

Bagi distributor dan pelaku industri B2B, fokus utama ke depan kemungkinan akan berada pada:

  • keamanan pasokan,
  • efisiensi logistik,
  • stabilitas harga,
  • dan kemampuan sourcing multi-region.

Dengan kombinasi kebutuhan industri yang luas dan peran penting dalam rantai pasok global, sulphuric acid diperkirakan akan tetap menjadi commodity chemical utama dalam dekade mendatang.


Referensi

  • Sulphuric Acid Market Survey Report (2026–2030)
  • International Fertilizer Association (IFA)
  • S&P Global Commodity Insights
  • USGS Mineral Commodity Summaries
  • International Energy Agency (IEA)

Related Articles

Share This Article

About the Author

Fadhillah

Penulis Info Dari Saya yang membahas insight bisnis, tren digital, hiburan, dan topik menarik lain dengan gaya yang ringan dan mudah dibaca.